Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label artikel

Peran Vital Brand Positioning untuk Pengembangan Usaha

Tagline dan logo keren belum menjamin keberhasilan usaha. Anda juga perlu memikirikan brand positioning . Strategi brand positioning menjadi penting dalam pengembangan merek. Melalui strategi brand positioning , Anda harus memikirkan bagaimana merek dari produk dan jasanya dilihat oleh pelanggan.  Selain itu, apa yang membedakannya dengan produk atau jasa serupa dari pelaku bisnis berbeda. Dengan kata lain, strategi brand positioning memastikan merek Anda menarik bagi segmen konsumen yang tepat. Sebagai contoh, ada dua merek kacamata hitam yakni Perusahaan A dan Perusahaan B. Keduanya menyediakan produk kacamata pelindung dan menawarkan lensa dengan bahan yang berbeda. Rangka merek A terbuat dari baja, sedangkan rangka merek B terbuat dari titanium, yang sangat ringan dan fleksibel. Bingkai titanium akan kembali ke bentuk aslinya bahkan setelah ditekuk — dan ini lebih dari sekadar karakteristik yang menarik. Ini adalah alasan yang menjelaskan mengapa merek B adalah produsen kacama...

Turunkan Nabi Isa

T ak ada maksud untuk menistakan agama melalui judul di atas. Saya sekadar menuliskan ulang kalimat yang dicoretkan pada dinding di sebuah halte Transjakarta pascaaksi demonstrasi menolak Undang-Undang Cipta Kerja, Kamis (8/10/2020). Tangkapan layar dari pesan viral yang menunjukkan pendemo yang menolak pengesahan RUU Cipta Kerja (Omnibus Law) berpose di samping tulisan yang dicoretkan oknum ke dinding halte Trans Jakarta, Kamis (8/10/2022). Siapa yang menuliskannya? Itu pertanyaan pertama yang bercokol di benak saya ketika mendapatkan kiriman gambar terkait aksi vandalisme itu via sebuah grup di aplikasi pesan instan. Sekali lagi bukan lantaran perkara penistaan agama. Kalimat aspiratif itu syahdan menghantarkan ragam pertanyaan lain di benak saya. Apakah aspirasi ini masuk akal dan merupakan sebuah kritik sosial yang justru sangat mendasar? Saya memaknai kata imperatif ‘turunkan’ dalam kalimat itu seperti ‘menurunkan’ pemain kunci ketika sebuah tim sepakbola tengah terdesak dalam seb...

Banal-isasi Kebohongan

Nama Hadi Pranoto sekonyong-konyong menjadi pusat perhatian publik dalam beberapa hari terakhir. Sosok yang disebut-sebut sebagai ‘dokter dan profesor’ ini tampil dengan sejumlah klaim kebenarannya terkait COVID-19.   Dalam sebuah video wawancara yang diunggah di kanal Youtube milik Musisi Erdian Aji Prihartanto alias Anji, Jumat (31/7/2020)—yang kemudian ditarik platform berbagi video tersebut Minggu (2/8/2020)—Hadi bahkan mengklaim telah berhasil menciptakan obat herbal ‘Antibodi COVID-19’ yang cukup efektif menyembuhkan dan mencegah wabah itu.   “Herbal kita sudah berhasil dan terbukti. Yang positif kita obati sembuh, yang menjelang terinfeksi kita obati sembuh semuanya,” ujarnya dalam wawancara tersebut.   Pernyataan itu pun diikuti sejumlah klaim Hadi terkait hasil temuannya atas virus tersebut. Termasuk informasi bahwa COVID-19 akan mati pada suhu di atas 350 derajat.   Video itu viral dan dibagikan ke berbagai platform digital, dari Facebook, Twitter, Instagra...

Tuhan Menghukum Kita!

Seruan di atas tak dikutip dari status media sosial masa kini. Bukan pula dari pesan berantai melalui aplikasi pesan instan.  Nukilan itu datang dari Pastor Paneloux yang mencoba menjelaskan makna wabah sampar yang meluluhlantakkan penduduk Oran.  Dia sekonyong-konyong menerangkan secara metafisik-religius makna bencana yang dikisahkan dalam novel La Peste (Sampar) karya filsuf dan sastrawan, Albert Camus.  Di tengah ancaman wabah itu, kekacauan merebak, pemerintah meminimalisir persoalan, media massa sibuk dengan urusannya sendiri, sedangkan rakyat kebanyakan justru tak mau tahu.  Roman yang perdana dirilis pada 1947 itu menyajikan sebuah kemenungan tentang eksistensi manusia di hadapan bencana, derita dan kematian. Sebuah alternatif refleksi pengingat manusia dalam bersikap di depan bencana, tak terkecuali situasi dunia saat ini yang dihadapkan pandemi virus corona (COVID - 19). Tak melulu lantaran ada keserupaan situasi yang tengah dihadapi umat manusia saat ini, ...

Profil Nicolaus Driyarkara: Filsuf dan Pemikir Termasyhur dari Indonesia

Nicolaus Driyarkara saat ini telah dikenal sebagai salah satu pemikir besar di Tanah Air. Nama filsuf asal Jawa Tengah ini pun telah diabadikan pada lembaga pendidikan filsafat masyhur di Indonesia yakni Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara. Pemikiran Driyarkara pun acap kali dijadikan suatu bahan kemenungan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Salah satunya adalah pemikiran Driyarkara dalam dunia pendidikan. Baginya, pendidikan merupakan kegiatan sadar untuk memanusiakan manusia muda. Hal itu disebutnya sebagai “hominisasi dan humanisasi”. Konsep ini sekiranya dapat mencegah pendidikan yang berorientasikan gambaran manusia yang tidak fundamental.  Gambaran Driyarkara tentang pendidikan sebagai suatu aktivitas fundamental, pemanusiaan manusia muda kiranya merupakan suatu antisipasi yang efektif untuk meredam kecenderungan industrialisasi pendidikan. Lantas bagaimana perjalanan hidup Driyarkara? Berikut ini rangkuman riwayatnya: Patung Nicolaus Driyarkara di depan STF Driyark...

PEKALONGAN: MENGELOLA WARISAN DUNIA

Kota Batik di Pekalongan, Bukan Jogja Bukan Solo, Gadis Cantik Jadi Pujaan, Jangan Bejat Jangan Bodo.. . S epenggal lirik lagu dari grup band ternama Slank menjadi satu penanda, Kota Pekalongan layak masuk sebagai kota kreatif di dunia. Ini awal mula, saat kota berdaya cipta di nusantara lainnya perlu bersiap diri. Tepat pada 1 Desember 2014, kota di wilayah pantai utara Jawa ini secara resmi dinobatkan oleh lembaga PBB untuk Pendidikan dan Kebudayaan (UNESCO) sebagai salah satu kota kreatif dunia, bersama dengan 27 kota lainnya. Lima kota lain yang masuk dalam kategori sama yakni Jacmel (Haiti), Jingdezhen (China), Nassau (Bahamas), dan Suzhou (China). Kini, wilayah berjuluk Kota Batik itu menggenapi Jaringan Kota Kreatif Dunia versi UNESCO yang beranggotakan 69 daerah. Pekalongan masuk dalam kategori kreatif Crafts & Art Folks, kota pertama di Indonesia dan bahkan di Asia Tenggara yang menjadi anggota jejaring tersebut. Kota Pekalongan dan jejaring kota kreatif dunia sanga...

Sekilas Purwokerto: Dewi dan Kreditur Informal

K isah pilu Dewi Anggraeni (11), gadis kecil dari Kampung Rahayu, Purwokerto Selatan, Jawa Tengah, tidak bisa tidak menyisakan rasa sesak di dada. Setidaknya, bagi manusia yang masih berhatinurani. Bagaimana tidak, belum sembuh dukanya ditinggal ibu yang meninggal setelah menderita sakit paru-paru, siswa kelas 3 Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Karangklesem, ini terpaksa menjadi seorang pengemis untuk melunasi utang kepada kreditur informal alias rentenir. Ya, almarhum ibu Dewi sempat berutang sebesar Rp2 juta kepada pemilik kontrakan rumah petak yang dihuninya di Kampung Rahayu. Tidak hanya itu. Dengan akumulasi beban bunga pinjaman dan ditambah biaya perawatan rumah sakit ibunya sebelum ajal menjemput, utang keluarga Dewi pun menjadi Rp6 juta. Tentu saja menjadi perkara sulit bagi gadis cilik ini untuk melunasi utang dengan nominal relatif besar itu. Ayah Dewi entah di mana. Bertahun-tahun tak nampak batang hidungnya, seperti enggan mendampingi hidup anak istrinya. Alhasil, D...

INVESTASI DAERAH: Jateng Masih Jualan Potensi Listrik

J awa Tengah masih menjadi magnet investasi sejumlah perusahaan di berbagai bidang industri. Upah tenaga kerja yang relatif lebih terjangkau menjadi incaran pengusaha, tetapi masalah muncul ketika bicara pasokan energi, lahan industri tidak sepenuhnya siap, serta perizinan yang tidak cepat. N amun, wilayah dengan luas 3,25 juta hektare ini tetap dilirik pengusaha, baik untuk pengembangan maupun pembangunan lokasi usaha. Setali tiga uang, lokasi industri mulai tumbuh dan meluas menjadi zona industri khusus. Beberapa di antaranya merupakan kawasan industri terpadu yang siap menerima investor. Tidak hanya berpangku tangan, Pemerintah Provinsi Jateng terus berdandan dalam menyambut pinangan calon penanam modal. Pengembangan infrastruktur digalakkan, dari pendukung transportasi darat berupa jalan tol dan rel kereta api ganda, revitalisasi pelabuhan, hingga pembangkit listrik. Di tengah euforia sebagai magnet investasi baru, infrastruktur digenjot. Sayangnya, soal ketenagalistri...

Komoditas Bawang Jateng: Masih Perlukah Impor?

Konflik Agraria: Petani Telukjambe Barat Berharap Pada Jokowi

L ayaknya ritual rutin, awal musim penghujan jelang akhir tahun menjadi sebuah pertanda bagi petani padi. Ya, awal hujan itu menjadi pertanda dapat dimulainya musim tanam. Pada saat itu bulir-bulir hujan dari langit yang memenuhi lahan garapan seakan menyiapkan ruang tumbuh bagi benih padi. Sementara, para petani mulai bergulat dengan waktu untuk menyemainya. Musim penghujan sungguh menjadi awal dari harapan seluruh petani untuk menuai harapan di musim panen. Namun, pada tahun ini pengalaman berbeda mesti dihadapi para petani di tiga desa, yakni desa Wanakerta, Wanasari dan Margamulya di Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten   Karawang , Jawa Barat. Konflik agraria yang tak kunjung terselesaikan dengan PT. Sumber Air Mas Pratama (SAMP), salah satu anak usaha PT Agung Podomoro Land  Tbk. akhirnya berujung pada eksekusi lahan. Tepatnya 24 Juni 2014, Pengadilan Negeri   Karawang   dengan pengawalan 7.000 aparat kepolisian melakukan eksekusi lahan sengke...