Langsung ke konten utama

Postingan

Warna Netral dominasi Tren Dekorasi Interior 2013

Tren warna 2013 menyajikan berbagai pilihan mutakhir yang dapat dikombinasikan menjadi dasar netral bagi hunian. Paduan warna netral diprediksikan akan kembali mencuat sebagai tren. Warna-warna cerah yang dalam waktu-waktu terakhir menjadi perhatian akan digantikan dengan latar netral yang memberi kesan tenang bagi aksesori, pencahayaan dan mebel. Warna netral seringkali dipandang tidak berwarna atau pun dianggap membosankan. Namun, fokus utama juga tidak mesti didasarkan pada warna. Patung dan hiasan bentuk lainnya, tekstur yang menarik, sisi-sisi yang bercahaya serta model dekor bertema alam yang terinspirasi pada motif-motif, seperti bulu binatang misalnya, akan memberikan kesan baru yang bahkan melampaui ketergantungan pada warna. Vicky Payne, sebagaimana dilansir situs FYH, mengungkapkan, pada tahun depan terdapat 3 paduan warna netral baru dari hasi campuran dan perpaduan 18 warna pilihan. Tren dekorasi interior pertama bertemakan Easy L...

Menimbang Integritas Calon Gubernur NTT

Jakarta, 12 Maret 2013 A ngkatan Muda Anti Korupsi NTT (AMAK NTT) menyelenggarakan diskusi yang bertajuk “Menimbang Integritas Calon Gubernur NTT”. Diskusi ini bertujuan untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat melalui informasi agar dapat memilih calon Gubernur berdasar kepada visi dan misi yang jelas serta program yang compatible bagi persoalan mendasar NTT. Korbinianus Nomer, wakil koordinator AMAK NTT, dalam pembukaan diskusi menuturkan, kegiatan ini menjadi wadah informasi yang diharapkan mencerahkan wawasan publik dalam menyongsong pesta demokrasi di NTT. “Dalam kurun waktu belakangan, kami telah mencoba melihat latar belakang Cagub-Cawagub NTT melalui berbagai sumber data. Pada hari ini, hasilnya akan dipublikasikan oleh AMAK NTT dan akan diolah dalam ruang diskursif ini, dan diharapkan kemudian menjadi informasi berguna bagi pemilih di NTT,” ungkapnya. Dalam kesempatan yang sama, Lucius Karus, seorang peneliti senior dari Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia...

Tahun Baru: Menyadari Bahagia Dalam Tegangan Waktu

M alam medio 31 Desember menjelang 1 Januari, hingar bingar suasana dengan sorakan dan tawa bahagia nan renyah serta selebrasi kehangatan rasa haru kiranya sudah menjadi tradisi universal. Inilah penanda termutakhir dimana manusia menyadari kemewaktuannya. Dalam kesadaran akan waktu, pesta ini menandai berakhirnya suatu masa terdahulu yang sekaligus menandai harapan akan kebaruan di masa datang. Gegap gempita perayaan pergantian tahun baru konon kabarnya masih menjadi sesuatu yang asing di Indonesia pada awal paruh kedua abad ke-20. Nikolas Driyarkara, seorang filsuf Indonesia, mengungkapkan pada masa itu perayaan pesta nan semarak dengan suasana ajaib dan mengandung rahasia tersebut masih khas “Barat”. Ya, pada masa itu masih sedikit warga di tanah air yang merayakannya. Apa sebenarnya yang terjadi pada malam itu? Driyarkara mengungkapkan pesta dan suasana yang nampak itu ternyata hanyalah akibat dari suatu kejadian. Matahari telah sekali dikitari bumi yang juga berputa...

Reformasi Indonesia Jatuh Dalam Rezim Oligarkis

Reformasi tahun 1998 boleh dikatakan sebagai reformasi demokratik, di mana rakyat dengan penuh antusias meruntuhkan rejim otoriter Soeharto dan memasuki era demokrasi. Namun, dalam perjalanannya, demokrasi ini justru jatuh menjadi rejim oligarkis. Hal ini dikatakan oleh Yustinus Patris Paat, alumnus Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara dalam sebuah diskusi terbuka di kampus STF, Senin (26/12/2012). Diskusi bertajuk “Hatred of Democracy” ini yang terlaksana atas kerjasama Senat Mahasiswa dengan kelompok diskusi AGORA Driyarkara berusaha menggali pemikiran salah satu filsuf Perancis, Jacques Ranciere. “Menurut Ranciere dalam rejim yang oligarkis, banyak orang mengkritik demokrasi aktual. Para pengkritik ini menuduh demokrasi sebagai biang keladi terjadinya anarki individu dan totalitarianisme. Demokrasi yang menekankan kesetaraan dituduh sebagai perpanjangan  tangan kaum kapitalis dan menciptakan warga negara yang konsumeristik dan individualistik. Inila...

Banalitas Korupsi dan Kontrol Publik

S udah menjadi rahasia umum bahwa korupsi merupakan pangkal masalah yang menyebabkan perwujudan keadilan –  sampai saat ini – hanya berupa janji yang tidak kunjung terealisasi. Korupsi secara umum telah menghambat proses pembangunan negara ke arah yang lebih baik, yaitu peningkatan kesejahteraan serta pengentasan kemiskinan. Akibat korupsi, rakyat saat ini menjadi korban ketidakadilan dan semakin sulit hidupnya dari hari ke hari. Juga sudah menjadi rahasia umum bahwa di Indonesia korupsi terus terjadi. Hukum di Indonesia melempem dan cenderung tunduk pada pihak yang kuat secara politik dan ekonomi. Dalam hal ini, patronase bisnis dan politik di alam demokrasi bangsa ini nampak tak terbendung. Korupsi – yang juga sejak dahulu telah menjadi wacana umum dan tidak rahasia sifatnya – pada level yang paling parah telah menjadi penyakit sistemik yang mengkultur. Perilaku korup menjadi banal, sehingga sudah dianggap biasa dan orang seakan tak lagi punya harapan...

Driyarkara: Pendidikan sebagai Pemanusiaan Manusia Muda

Dewasa ini masyarakat dunia menghadapi sebuah perubahan global . Hal ini ditandai antara lain oleh semakin maraknya pertumbuhan industri kapitalisme dunia. Semua bidang kehidupan tidak bisa tidak terjerat dengan pengaruh global ini. Tidak terkecuali dengan pranata pendidikan. Tidak dapat dipungkiri bahwa ada kecenderungan dimana h ukum pasar yang berlaku diantara para pesaing industri pada tingkat global dapat mengarahkan pendidikan yang berorientasi pragmatis. Sesuai dengan hukum penawaran-permintaan , pendidikan hanya didasarkan pada aspek ekonomi. Jadi, ada kecenderungan bahwa pendidikan cenderung hanya mengarahkan anak-didik kepada gambaran manusia yang cakap untuk bekerja dan mendapatkan uang, jadi bukan gambaran manusia yang sebenarnya. Berhadapan dengan g ejala ini, pemikiran seorang filsuf, Nicolaus Driyarkara dapat dijadikan suatu bahan permenungan. Bagi Driyarkara pendidikan merupakan kegiatan sadar untuk memanusiakan manusia muda, yang dia sebut sebagai “hominisasi ...