Langsung ke konten utama

Postingan

Menikmati Wisata Kuliner, Jasa Kesehatan dan Warisan Dunia di Penang

Pulau Penang, Malaysia, sudah termasyhur sebagai pusat kesehatan dengan fasilitas layanan berkelas global. Namun, pulau yang terletak di Selat Malaka ini menawarkan wisata kuliner dan situs warisan dunia. Saya berkesempatan mengunjungi Penang pada Maret 2018 dalam rangka tugas terkait pembukaan layanan penerbangan langsung dari Indonesia oleh salah satu maskapai nasional. Salah satu destinasi wisata sejarah di Pulau Penang, Malaysia/Dok. Pribadi   Penang, sebagai salah satu negara bagian Malaysia, terbagi atas dua bagian besar, yakni Pulau Penang berada di sebelah barat dan Seberang Perai yang masih menyatu dengan semenanjung Malaysia. Kedua wilayah ini dihubungkan oleh Jembatan Penang sepanjang 13,5 km dan Jembatan Penang II sepanjang 23,5 km. Dengan populasi mencapai 2 juta jiwa, penduduk Pulau Penang terbilang sangat beragam dari sisi budaya dan etnis. Sekitar 65% penduduk Penang memang berlatar etnis China yang berbahasa Hokkien , sedangkan selebihnya merupakan orang Melayu dan...

Profil Nicolaus Driyarkara: Filsuf dan Pemikir Termasyhur dari Indonesia

Nicolaus Driyarkara saat ini telah dikenal sebagai salah satu pemikir besar di Tanah Air. Nama filsuf asal Jawa Tengah ini pun telah diabadikan pada lembaga pendidikan filsafat masyhur di Indonesia yakni Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara. Pemikiran Driyarkara pun acap kali dijadikan suatu bahan kemenungan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Salah satunya adalah pemikiran Driyarkara dalam dunia pendidikan. Baginya, pendidikan merupakan kegiatan sadar untuk memanusiakan manusia muda. Hal itu disebutnya sebagai “hominisasi dan humanisasi”. Konsep ini sekiranya dapat mencegah pendidikan yang berorientasikan gambaran manusia yang tidak fundamental.  Gambaran Driyarkara tentang pendidikan sebagai suatu aktivitas fundamental, pemanusiaan manusia muda kiranya merupakan suatu antisipasi yang efektif untuk meredam kecenderungan industrialisasi pendidikan. Lantas bagaimana perjalanan hidup Driyarkara? Berikut ini rangkuman riwayatnya: Patung Nicolaus Driyarkara di depan STF Driyark...

PEKALONGAN: MENGELOLA WARISAN DUNIA

Kota Batik di Pekalongan, Bukan Jogja Bukan Solo, Gadis Cantik Jadi Pujaan, Jangan Bejat Jangan Bodo.. . S epenggal lirik lagu dari grup band ternama Slank menjadi satu penanda, Kota Pekalongan layak masuk sebagai kota kreatif di dunia. Ini awal mula, saat kota berdaya cipta di nusantara lainnya perlu bersiap diri. Tepat pada 1 Desember 2014, kota di wilayah pantai utara Jawa ini secara resmi dinobatkan oleh lembaga PBB untuk Pendidikan dan Kebudayaan (UNESCO) sebagai salah satu kota kreatif dunia, bersama dengan 27 kota lainnya. Lima kota lain yang masuk dalam kategori sama yakni Jacmel (Haiti), Jingdezhen (China), Nassau (Bahamas), dan Suzhou (China). Kini, wilayah berjuluk Kota Batik itu menggenapi Jaringan Kota Kreatif Dunia versi UNESCO yang beranggotakan 69 daerah. Pekalongan masuk dalam kategori kreatif Crafts & Art Folks, kota pertama di Indonesia dan bahkan di Asia Tenggara yang menjadi anggota jejaring tersebut. Kota Pekalongan dan jejaring kota kreatif dunia sanga...

Sekilas Purwokerto: Dewi dan Kreditur Informal

K isah pilu Dewi Anggraeni (11), gadis kecil dari Kampung Rahayu, Purwokerto Selatan, Jawa Tengah, tidak bisa tidak menyisakan rasa sesak di dada. Setidaknya, bagi manusia yang masih berhatinurani. Bagaimana tidak, belum sembuh dukanya ditinggal ibu yang meninggal setelah menderita sakit paru-paru, siswa kelas 3 Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Karangklesem, ini terpaksa menjadi seorang pengemis untuk melunasi utang kepada kreditur informal alias rentenir. Ya, almarhum ibu Dewi sempat berutang sebesar Rp2 juta kepada pemilik kontrakan rumah petak yang dihuninya di Kampung Rahayu. Tidak hanya itu. Dengan akumulasi beban bunga pinjaman dan ditambah biaya perawatan rumah sakit ibunya sebelum ajal menjemput, utang keluarga Dewi pun menjadi Rp6 juta. Tentu saja menjadi perkara sulit bagi gadis cilik ini untuk melunasi utang dengan nominal relatif besar itu. Ayah Dewi entah di mana. Bertahun-tahun tak nampak batang hidungnya, seperti enggan mendampingi hidup anak istrinya. Alhasil, D...

INVESTASI DAERAH: Jateng Masih Jualan Potensi Listrik

J awa Tengah masih menjadi magnet investasi sejumlah perusahaan di berbagai bidang industri. Upah tenaga kerja yang relatif lebih terjangkau menjadi incaran pengusaha, tetapi masalah muncul ketika bicara pasokan energi, lahan industri tidak sepenuhnya siap, serta perizinan yang tidak cepat. N amun, wilayah dengan luas 3,25 juta hektare ini tetap dilirik pengusaha, baik untuk pengembangan maupun pembangunan lokasi usaha. Setali tiga uang, lokasi industri mulai tumbuh dan meluas menjadi zona industri khusus. Beberapa di antaranya merupakan kawasan industri terpadu yang siap menerima investor. Tidak hanya berpangku tangan, Pemerintah Provinsi Jateng terus berdandan dalam menyambut pinangan calon penanam modal. Pengembangan infrastruktur digalakkan, dari pendukung transportasi darat berupa jalan tol dan rel kereta api ganda, revitalisasi pelabuhan, hingga pembangkit listrik. Di tengah euforia sebagai magnet investasi baru, infrastruktur digenjot. Sayangnya, soal ketenagalistri...

Baptista: In Memoriam JB Maris Marannu

M enjadi hal jamak, nama 'Baptista' sebagaimana tercantum dalam akta kelahiran saya berbuah pertanyaan. "Itu nama keluarga?", atau akhir-akhir ini lebih sering, "Memangnya keturunan Portu [Portugis]?" Jamak juga saya menjelaskan asal-muasalnya, sebagaimana diterangkan almarhum Ibu . "Itu diambil dari nama pastor yang membabtis saya [secara Katolik]." Ya, 12 Juni 1988, inisiasi awal saya sebagai sebagai warga Gereja Katolik Roma dilayani Pastor JB Maris Marannu Pr, generasi imam awal dari gereja lokal di Sulawesi Selatan. Kata ibu, JB itu singkatan dari Johanes Baptista. Mungkin, harapnya, jalan hidup dan iman saya setangguh empunya nama. Belasan tahun berlalu, saya berkesempatan bersua lagi dengan 'Baptista senior' saat menempuh pendidikan di seminari menengah [setara SMU]. Kala itu, beliau menjadi pembimbing spiritual, sekaligus penyokong finansial saya di masa akhir pendidikan. Ramah dan tulus, serta tegas berkarakter, kesan saya. Cukup...

Huawei: Siapkan Leader Inovatif di Sektor TIK

YOGYAKARTA — Huawei, penyedia solusi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) global, menegaskan komitmennya untuk pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di Indonesia. Melalui program corporate social responsibility (CSR), ‘Seeds for The Future’, Huawei Technologies Co, Ltd. siap menjembatani kesenjangan digital dan menciptakan kesempatan bagi SDM lokal melalui pendidikan.   Berkaitan dengan itu, Bisnis mewawancarai Holy Ranivozanany, Head of CSR Huawei Technologies Co, Ltd., di sela-sela partisipasinya dalam Global CSR Summit VII, Kamis (19/3). Holy memaparkan pentingnya peningkatan kecakapan SDM Indonesia dalam menghadapi persaingan global, khususnya di bidang TIK. Berikut petikannya. Apa bentuk kepedulian Huawei bagi lingkungan sekitar? Huawei memiliki sejumlah pilar yang mendasari kinerjanya. Pilar pertama terkait dengan industri TIK adalah bagaimana kami dapat menyediakan produk, pelayanan-pelayanan dan sejumlah program di seluruh dunia. Dalam hal ini, kami...