Dunia adalah Kehendak dan bayangan (idea atau representasi). Melalui pernyataan itu, Schopenhauer ingin menyatakan bahwa ‘Kehendak’ adalah realitas noumenal sebagai dasar, sedangkan bayangan adalah manifestasinya di dunia fenomenal . Jadi, menurut Schopenhauer realitas pada hakikatnya berupa Kehendak. Dibalik dunia pengalaman kita, yakni dunia empiris, terdapat ‘Kehendak’ tersebut. Yang kita tangkap di dunia fenomena adalah ‘gejalanya’, yakni ide ( Vorstellung ) dari Kehendak transendental itu. Segala gejala alam semesta sebenarnya merupakan ungkapan atau manifestasi ( fenomena ) dari sebuah Kehendak. Dan menurutnya, jika dunia dipandang sebagai Kehendak, maka hidup adalah penderitaan. Hal ini disebabkan oleh Kehendak itu adalah sebuah dorongan buta yang tidak akan pernah mencapai kepuasan dan tujuannya. Oleh karena itu, Estetika yang dikemukakan oleh Schopenhauer merupakan jalan keluar dari penderitaan, walaupun sifatnya hanya sementara. Penderitaan dalam hidup bisa disembuhka...
ide yang berpendar dari masa subur