M enjadi hal jamak, nama 'Baptista' sebagaimana tercantum dalam akta kelahiran saya berbuah pertanyaan. "Itu nama keluarga?", atau akhir-akhir ini lebih sering, "Memangnya keturunan Portu [Portugis]?" Jamak juga saya menjelaskan asal-muasalnya, sebagaimana diterangkan almarhum Ibu . "Itu diambil dari nama pastor yang membabtis saya [secara Katolik]." Ya, 12 Juni 1988, inisiasi awal saya sebagai sebagai warga Gereja Katolik Roma dilayani Pastor JB Maris Marannu Pr, generasi imam awal dari gereja lokal di Sulawesi Selatan. Kata ibu, JB itu singkatan dari Johanes Baptista. Mungkin, harapnya, jalan hidup dan iman saya setangguh empunya nama. Belasan tahun berlalu, saya berkesempatan bersua lagi dengan 'Baptista senior' saat menempuh pendidikan di seminari menengah [setara SMU]. Kala itu, beliau menjadi pembimbing spiritual, sekaligus penyokong finansial saya di masa akhir pendidikan. Ramah dan tulus, serta tegas berkarakter, kesan saya. Cukup...
ide yang berpendar dari masa subur